Kesehatan dan Pemerintah
Rakor Bidang Kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kaltim memang seakan kurang publikasi, Rakor yang dibuka 5 Maret 2009 lalu oleh wakil Gubernur Kaltim bapak Farid Wadjdy hampir tanpa publikasi. padahal hal seperti ini sangat penting diketahui oleh masyarakat. Memang Prestasi Kesehatan Kalimantan Timur tidak seburuk beberapa propinsi lain di Indonesia.
Sedikit mengulas seputar visi kesehatan yang telah diikrarakan untuk memiliki Drajat Kesehatan masyarakat Kaltim terbaik diluar Jawa Bali sebenarnya bukan hal yang sulit tapi juga bukan hal yang mudah.
Dilihat dari Sumber Daya kesehatan yang belum cukup dan belum merata perlu penanganan yang lebih maksimal, baik dalam penciptaan SDM dan Fasilitas penunjang. Pendidikan tenaga kesehatan sudah mulai harus mucul di setiap Kabupaten Kota minimal untuk tenaga keperawatan dan kebidanan.
Fasilitas yang menyebabkan tidak meratanya pelayanan perlu segera diwujudkan. Puskesmas terapung, merupakan sarana penting unuk melayani desa-desa di kaltim yang di hubungkan dengan sungai, intensitas kunjungan dan armada adalah dua hal yang penting.
Dengan potensi anggaran yang ada di dalam APBD kita hal ini sebenarnya bukan tidak mungkin, hanya perlu sedikit Good will Politik bukan kolusi yang ujung-ujungnya berakhir di pengadilan dan masyarakat yang kembali menuai hasil.Kata Kedua Terjangkau, lagi lagi selalu muncul berita di media tentang keluhan masyarakat akan biaya berobat, tempat gratis, obat melambung tinggi atau biaya dokter yang selangit, seakan tidak ada Kata Ketiga Keadilan. Masyarakat yang membayar lebih dapat fasilitas lebih padahal Rumah sakitnya Pemerintah, Rumah sakit yang seharusnya di subsidi lebih untuk semua orang tak perduli lewat sungai mana ia datang. Komersialisasi dunia pendidikan saja yang sering kita dengungkan bagaimana dengan komersialisasi dunia kesehatan.
Rumah sakit Pemerintah ternyata lebih Kapitalis dibandingkan Rumah sakit swasta, Benarkah ? jawabanya ada pada tubuh pekerja kesehatan kita dan masyarakat yang dilayani.
Dalam Misi Dinas kesehatan Kaltim juga tertulis kesehatan yang bermutu, terjangkau dan berkeadilan, semuanya belum terjawab maksimal. Bicara bermutu jelas standarnya muncul petanyaan lagi ? Kenapa banyak pejabat kita masih berobat di luar daerah ataupun diluar negeri.
Walaupun muncul komentar mereka hanya ingin menghabiskan tunjangan kesehatan yang ada, atau hal lain yang lebih kepada moralitas, sebenarnya ini merupakan cabuk untuk dunia kesehatan untuk membuktikannya.
News Categories





