1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Calotiket dan Sepak Bola

soccerball800

Sepak Bola sudah merupakan Olah raga Rakyat walaupun kita tau betul bahwa prestasi sepak bola kita hanya sempat menjadi raja kecil Asia Tenggara. Apa karena postur tubuh yang tidak memadai atau karena factor lain. Postur dan Kekuatan Fisik bukan hal yang susah untuk dibentuk, dengan kualitas hidup yang semakin meningkat, kebutuhan akan makanan bergizi membuat kita yakin bahwa generasi bangsa ini kalou hanya berbicara postur pasti bisa setara dengan bangsa-bangsa raksasa Eropa.

Berbicara tentang skill, sebenarnya hampir mirip dengan kekuatan fisik semuanya harus dilatih semenjak dini, terarah dan terukur, terlatih dan penuh dengan kesinambungan. Ternyata bangsa ini senang yang instan saja, sepakbola baru sekedar hobi untuk ditonton dan dimainkan di lapangan belakang rumah. Kembali ke permasalahan Calo Tiket, bagi pencinta Sepak bola kemarin kita mendengar berita gembira akan rencana TIM nasional dan MU Inggris akan uji coba di stadion Palaran. Bukan petir disiang bolong, karena faktor keamanan di stadion-stadion di pulau jawa maka Samarinda bisa saja menjadi tuan rumah. Dihubungkan dengan Calo tiket masuk stadion yang jadi isu hangat para sporter di Kalimantan Timur menjadi persoalan lain lagi.

Sepak bola merupakan olah raga nomor satu di dunia, awalnya semua orang senang sekali duduk di bangku panjang setiap pertandingan sepak bola hingga munculnya becana-bencana sepak bola seperti kerusuhan dan berbagai macam kasus yang menyebabkan ketakutan pada masyarakat. Penonton sepak bola melalui layar Televisi semakin unggul dibandingkan yang berminat menonton pertandingan di lapangan. Calo Tiket apalagi yang terorganisir dari dalam termasuk masalah yang cukup besar, Sepak Bola Kita masih sepak bola subsidi APBD, Pemeliharan Lapangan saja masih belum mampu di kelola oleh Klub akibat kegagalan manajemen dan Promosi. Layaknya sebuah klub propesional Peran Penonton dan Sponsor harusnya lebih Maksimal. Sudah sewajarnya kita menganti menajemen yang hanya menghamburkan uang rakyat. Sepak Bola Moderen adalah sebuah perusahan dengan tenaga kerja Ribuan orang mulai dari Pemain dan Kelompok pelatih, hingga manajemen pengelola Stadion, Manejemen keuangan hingga bagian yang cukup penting Promosi dan Pemasara.

Tiket masuk, penjualan sovenir dan sponsor tiga pilar yang sangat penting untuk mandirinya sebuah klub. Kalo kemudian kita bertanya pada sepak bola Indonesia hampir pasti jawabanya masih mengambang. Tiket Masuk, tidak ada salahnya ada diskon bagi fans Klub sebuah klub, tapi tidak ada calo yang kemudian membuat tiket menjadi sangat susah terjangkau oleh masyarakat, akhirnya stadion kita menjadi sepi penggunjung sementara operasional jalan terus termasuk untuk gaji pengurus yang tak kerja sekalipun. Penjualan Sovenir, Promosi dan kampanye yang baik akan meningkatkan keinginan masyarakat untuk memiliki atribut-atribut klub kebanggan wilayahnya. Kalah menang sebuah klub dengan kampanye yang baik tidak berpengarauh pada penjualan sovenir karena sudah masuk pada masalah kebanggan diri dan masyarakat yang tinggal di wilayah itu. Sponsor, dengan daerah yang kaya dengan beragam aktivitas tidak sedikit perusahan swasta yang beroperasi di daerah ini, bukan isapan jempol mereka punya keinginan untuk mempromosikan barang yang dijual ataupun sekedar untuk mencari nama baik perusahannya sebagai perusahan yang perduli pada Olah Raga.

Sekali lagi manajemen yang benar harus terbukti jangan untuk urusan tiket saja masih amburadul, padahal kita tau bahwa tiket masuk adalah cara paling klasik untuk membiayai sebuah klub Sepak Bola. Segera ganti pengurus yang tidak kredibel atau tak ada lagi masyarakat yang menonton klub-klub kesayangan kota kita beraksi dilapangan karena kecewa harga tiket yang melambung diatas kemampuan warga masyarakat umumnya.

Maju Bangsa Ku, Maju SepakBolaku....Harapan Itu masih ada...

Follow us on Twitter